Hitam Putih Perjuangan
Hai…
Saya Zahra Maryamah, saat ini saya mau menceritakan tentang perjalanan saya
yang tadinya mau seorang PASKIBRAKA, mulai dari seneng sampai sedihnya juga
ada. Dan pengalaman ini terjadi di kota saya sendiri yaitu kota garut.
Pertama
kali saya kenal dengan ekstrakurikuler PASKIBRA
yaitu sejak saya masih SMP,saya masuk ekskul tersebut karena saya mau
membuktikan kalau saya bisa mengibarkan bendera Negara kita INDONESIA yaitu
BENDERA MERAH PUTIH. Pengalaman saya waktu duduk di SD yaitu kena omel guru
karena gak cuman mengibarkan bendera pada upacara hari setiap hari senin,dan
ibu guru menyemangatiku untuk menjadi seorang PASKIBRAKA.
Pada
waktu SMP nenjadi seorang PASKIBRAKA Cuma gitu-gitu aja,saya gak ikut lomba dan
hanya jadi pengibar sekolah.Jujur saya Sempat lupa atas keinginan saya waktu
itu.Dan hal tersebut sangat saya sesali,karena teman saya yang lebih mengikuti
ekskul tersebut menjadi lebih lihai daripada saya dalam
baris-berbaris,variasi,dan pengibaran.
Sampailah
saya masuk SMA,tadinya bukan PASKIBRA yang saya pilih,justru kegiatan senilah
yang saya pilih seperti masuk MARCHING BAND.Tapi seiring waktu berlalu saya
mengkuti PASKIBRA.Dan kakak senior sekaligus Pembina organisasi PASKIBRA di
sekolah mengajak saya untuk ikut mencalonkan menjadi seorang PASKUBRAKA di
kabupaten,dan saya pun setuji karena itu adalah cita-cita saya dari kecil untuk
bisa membuktikan kepada guru saya.
Saya
pun mengikuti kegiatan LATSAT (latihan satuan) dan mengikuti seleksi kabupaten,
di sekolah.Ternyata saya tidak terpilih untuk memasuki PASKIBRAKA
kabupaten,meskipun saya tidak terpilih,saya tidak putus asa untuk mengikuti
ekskul tersebut dan saya pun mengikuti
pelatihan di kecamatan Kegiata tersebut sangat mengubah diri saya,saya
yang dulu canggung berbicara dan agak minder
dan sekarang berubah menjadi berani berbicara dan mengeluarkan pendapat.
Selain itu dan bentuk tubuh saya barubah
menjadi tegap dan kehidupan saya lebih menjadi disiplin dan tegas.
Kalau
kalian pernah mendengar ada yang bilang, “jadi anak paskibra itu sengsara,di
gamparin,di suruh push up atau bending, lari lapangan juga…di galakin makin
takut aja…”, itu benar.serius dari yang di sebutin itu memang bena,tetapi
jangan takut, justru senior itu sedang mengajarkan kedisiplinan dan sopan
santun.Memag di gampar itu sakit,Cuma mereka tau batasan-batasannya dan mereka
tidak boleh terbawa emosi yang berlebihan.Dan sekadar mengingatkan,bukannya
push up dan segala macam bentuk hukuman mereka itu berupa olahraga kan? Nah ini
dia yang bikin badan saya jadi lebi sehat.Saya yang biasanya tidak suka
olahraga,jadi lebih sering berolahraga demi menjanga kesehatan badan dan juga
demi tinggi saya untuk mencapai batas 165 cm untuk menjadi seorang
pengibar.Terbukti,kegiatan saya mempercepat tumbuh tinggi saya sampai 160 cm
gak gak sia-sia kan?
Selain
itu,seorang PASKIBRA juga harus dapat berdiri tegap dan tegak,hal ini di
dapatkan dengan mengangkat beban yang di letakan di atas ransel sambil
berlari-lari. Enggak nanggung-nanggung.
Memasuki
bulan maret tahun 2015 saya mengikuti
LATGAB di kecamata, yang di
maksud LATGAB ialah latihan gabungan dari setiap sekolah yang ada di sekitar
limbangan. Dan setelah memasuki bulan april minggu perama tahun 2015 saya
mengikuti seleksi di kecamatan limbanan,dari sekian banyak orang dari sekolah
yang ada di limbangan akhirnya saya terpilih untuk mengibarakn di kecamatan
limbanan itu aakan menjadi penghargaan bagi hidup saya.
Dan
pada minggu ke-2 saya dan orang lain yang terpilih mengikuti DIKLAT (pendidikan
dan pelatihan).Pada diklat inilah cerita
saya lebih seru.Segala hal harus tegas,disiplin,cepat dan tepat.Banyak
peraturan-peraturan yang konyol yang harus saya ikuti.Seperti segala hal harus
cepat dam memakai waktu(makan Cuma 3 menit), ijin kepada senior harus tegas dan
menyebutkan nama dan jabatabnya,saat makan dilarang membuat suara gaduh
(seperti suara sendok dan garpu yang beradu dengan rantang/piring),posisi tubuh
harus selalu tegap dan tegak,dan masih banyak lagi.
Seiring
waktu berjalan akhirnya tiba di bula agustus,para seniorpun menyiapkan pormasi
untuk pengibaran tgl 17 dan saya pun terpilih menjadi pasukan 45 meskipun
sedikit sedih tapi saya sangat bangga bisa membuktikan kepada guru saya di SD
maupun di SMP, seminggu sebelum pengibaran saya dan teman yang lain mengukur
baju atau fiting untuk pengibar.
Dan
sehari sebelum pengibaran saya dan teman yang lain pergi ke PGRI untuk
PENGUKUHAN (di kukuhkan) oleh pak camat dan orang tua, dan di pasangkan LK
(lencana kepeminpinan) saya pin sangat sedih ketika dikukuhkan oleh pak camat
dan orang tua saya sendirai dan dia berkata ”Inilah saatnya kalian membuktikan
bahwa kalian biasa untuk membuktikan semuanya apa gunanya kalian di didik di
sini yo tunjukan pada semua orang di sekitar kalian bahwa kalian bisa”
Dan
ke esokan harinya jam 04.00 wr.wb saya dan teman yang lain dibangunkan untuk
persiapan pengibaran pada tgl 17 agustus. Tiba saatnya saya dan yang lain untuk
membuktikannya, saya sangat tegang karena sudah banyak orang di lapangan sana,
dan saya pun membuktikannya dengan semangat. Setelah penaikan bendera MERAH
PUTIH saya pun langsung ke asrama untuk
mempersiapakan prnurunan bendera.Ke esokan harinya saya pun pulang dengan
cerita yang sangat seru…
Itulah
perjuangan saya untuk bisa mengibarkan BENDERA MERAH PUTIH kebanggaan kita.