Selasa, 26 Januari 2016


Hitam Putih Perjuangan
Hai… Saya Zahra Maryamah, saat ini saya mau menceritakan tentang perjalanan saya yang tadinya mau seorang PASKIBRAKA, mulai dari seneng sampai sedihnya juga ada. Dan pengalaman ini terjadi di kota saya sendiri yaitu kota garut.
Pertama kali saya kenal dengan ekstrakurikuler PASKIBRA  yaitu sejak saya masih SMP,saya masuk ekskul tersebut karena saya mau membuktikan kalau saya bisa mengibarkan bendera Negara kita INDONESIA yaitu BENDERA MERAH PUTIH. Pengalaman saya waktu duduk di SD yaitu kena omel guru karena gak cuman mengibarkan bendera pada upacara hari setiap hari senin,dan ibu guru menyemangatiku untuk menjadi seorang PASKIBRAKA.
Pada waktu SMP nenjadi seorang PASKIBRAKA Cuma gitu-gitu aja,saya gak ikut lomba dan hanya jadi pengibar sekolah.Jujur saya Sempat lupa atas keinginan saya waktu itu.Dan hal tersebut sangat saya sesali,karena teman saya yang lebih mengikuti ekskul tersebut menjadi lebih lihai daripada saya dalam baris-berbaris,variasi,dan pengibaran.
Sampailah saya masuk SMA,tadinya bukan PASKIBRA yang saya pilih,justru kegiatan senilah yang saya pilih seperti masuk MARCHING BAND.Tapi seiring waktu berlalu saya mengkuti PASKIBRA.Dan kakak senior sekaligus Pembina organisasi PASKIBRA di sekolah mengajak saya untuk ikut mencalonkan menjadi seorang PASKUBRAKA di kabupaten,dan saya pun setuji karena itu adalah cita-cita saya dari kecil untuk bisa membuktikan kepada guru saya.
Saya pun mengikuti kegiatan LATSAT (latihan satuan) dan mengikuti seleksi kabupaten, di sekolah.Ternyata saya tidak terpilih untuk memasuki PASKIBRAKA kabupaten,meskipun saya tidak terpilih,saya tidak putus asa untuk mengikuti ekskul tersebut dan saya pun mengikuti  pelatihan di kecamatan Kegiata tersebut sangat mengubah diri saya,saya yang dulu canggung berbicara dan agak minder  dan sekarang berubah menjadi berani berbicara dan mengeluarkan pendapat. Selain itu  dan bentuk tubuh saya barubah menjadi tegap dan kehidupan saya lebih menjadi disiplin dan tegas.
Kalau kalian pernah mendengar ada yang bilang, “jadi anak paskibra itu sengsara,di gamparin,di suruh push up atau bending, lari lapangan juga…di galakin makin takut aja…”, itu benar.serius dari yang di sebutin itu memang bena,tetapi jangan takut, justru senior itu sedang mengajarkan kedisiplinan dan sopan santun.Memag di gampar itu sakit,Cuma mereka tau batasan-batasannya dan mereka tidak boleh terbawa emosi yang berlebihan.Dan sekadar mengingatkan,bukannya push up dan segala macam bentuk hukuman mereka itu berupa olahraga kan? Nah ini dia yang bikin badan saya jadi lebi sehat.Saya yang biasanya tidak suka olahraga,jadi lebih sering berolahraga demi menjanga kesehatan badan dan juga demi tinggi saya untuk mencapai batas 165 cm untuk menjadi seorang pengibar.Terbukti,kegiatan saya mempercepat tumbuh tinggi saya sampai 160 cm gak gak sia-sia kan?
Selain itu,seorang PASKIBRA juga harus dapat berdiri tegap dan tegak,hal ini di dapatkan  dengan mengangkat  beban yang di letakan di atas ransel sambil berlari-lari. Enggak nanggung-nanggung.
Memasuki bulan maret tahun 2015 saya mengikuti  LATGAB  di kecamata, yang di maksud LATGAB ialah latihan gabungan dari setiap sekolah yang ada di sekitar limbangan. Dan setelah memasuki bulan april minggu perama tahun 2015 saya mengikuti seleksi di kecamatan limbanan,dari sekian banyak orang dari sekolah yang ada di limbangan akhirnya saya terpilih untuk mengibarakn di kecamatan limbanan itu aakan menjadi penghargaan bagi hidup saya.
Dan pada minggu ke-2 saya dan orang lain yang terpilih mengikuti DIKLAT (pendidikan dan pelatihan).Pada diklat inilah  cerita saya lebih seru.Segala hal harus tegas,disiplin,cepat dan tepat.Banyak peraturan-peraturan yang konyol yang harus saya ikuti.Seperti segala hal harus cepat dam memakai waktu(makan Cuma 3 menit), ijin kepada senior harus tegas dan menyebutkan nama dan jabatabnya,saat makan dilarang membuat suara gaduh (seperti suara sendok dan garpu yang beradu dengan rantang/piring),posisi tubuh harus selalu tegap dan tegak,dan masih banyak lagi.
Seiring waktu berjalan akhirnya tiba di bula agustus,para seniorpun menyiapkan pormasi untuk pengibaran tgl 17 dan saya pun terpilih menjadi pasukan 45 meskipun sedikit sedih tapi saya sangat bangga bisa membuktikan kepada guru saya di SD maupun di SMP, seminggu sebelum pengibaran saya dan teman yang lain mengukur baju atau fiting untuk pengibar.
Dan sehari sebelum pengibaran saya dan teman yang lain pergi ke PGRI untuk PENGUKUHAN (di kukuhkan) oleh pak camat dan orang tua, dan di pasangkan LK (lencana kepeminpinan) saya pin sangat sedih ketika dikukuhkan oleh pak camat dan orang tua saya sendirai dan dia berkata ”Inilah saatnya kalian membuktikan bahwa kalian biasa untuk membuktikan semuanya apa gunanya kalian di didik di sini yo tunjukan pada semua orang di sekitar kalian bahwa kalian bisa”
Dan ke esokan harinya jam 04.00 wr.wb saya dan teman yang lain dibangunkan untuk persiapan pengibaran pada tgl 17 agustus. Tiba saatnya saya dan yang lain untuk membuktikannya, saya sangat tegang karena sudah banyak orang di lapangan sana, dan saya pun membuktikannya dengan semangat. Setelah penaikan bendera MERAH PUTIH  saya pun langsung ke asrama untuk mempersiapakan prnurunan bendera.Ke esokan harinya saya pun pulang dengan cerita yang sangat seru…
Itulah perjuangan saya untuk bisa mengibarkan BENDERA MERAH PUTIH kebanggaan kita.